KENALI ! CIRI BERTEMU DENGAN NABI DALAM MIMPI


            Siapa yang tak kenal beliau, nabi mulia nan agung Muhammad SAW. Seorang hamba pembawa risalah yang telah berhasil memanusiakan manusia setelah sebelumnya hidup dalam kebejadan moral dan kebodohan keyakinan beragama. Dakwah bil al-hikmah serta etika yang luar biasa membuat semua orang berdecak kagum seakan tak percaya. Demikian kemudian ajaran rahmatan lil alamin yang dibawa akhirnya dapat diterima dengan baik setelah pada awalnya terasing dan dibenci. Kecintaan kepada umatnya merupakan salah satu bukti nyata bahwa beliau memang seorang rasul pilihan untuk umat hingga hari akhir nanti. Kecintaan yang luar biasa sudah barang tentu terbalaskan dengan kesetiaan para sahabatnya yang juga tulus mencintai.

Alakullihal, beliau telah menghadap tuhan semesta 14 abad silam. Namun begitu, kecintaannya tetap dapat dirasakan setiap umat hingga dengan tetap lestarinya ajaran yang beliau hadiahkan untuk umatnya. Untuk itu, kerinduan kepad sang Nabi merupakan hal yang wajar. Perjumpaan dengan beliau dalam mimpi menjadi idaman setiap umat muslim, setidaknya sedikit mengobati kerinduannya  dengan sang nabi. Terlebih tatkala syetan dapan menyerupai siapa saja bahkan para wali dalam mimpi, maka Nabi Muhammad tidak bisa diserupakan oleh siapapun. Hadits dari Ibnu Mas’ud bahwa nabi bersabda, "Barang siapa bermimpi melihatku di dalam tidurnya maka sesungguhnya ia benar-benar melihatku. Karena sesungguhnya syaitan tidak mampu menyerupaiku(HR. Bukhari).”

Kendatipun mimpi bertemu rosulullah pasti benar, maka perlu kiranya mengetahui ciri bahwa yang dijumpai dalam mimpi adalah nabi. Berikut merupakan beberapa ciri bahwa kita telah berjumpa dengan nabi dalam mimpi:

Pertama, ketika dalam mimpi kita berjumpa dengan orang shaleh tertentu, kemudian mengatakan atau menunjukkan bahwa orang yang dihadapan, atau pada tempat tertentu adalah rosulullah.

Kedua, kita melihat seseorang dan meyakini bahwa orang tersebut adalah Rosulullah.

Ketiga, kita melihat seseorag dalam mimpi dan ia mengatakan sendiri kepada kita bahwa dirinya adalah Rosulullah. Ciri yang krtiga ini merupakan tingkatan yang paling tinggi, sebab beliau hadir dan mengatakannya sendiri.

Tiga ciri diatas merupakan beberapa hal yang menjadi tanda pertemuan seseorang dengan seseorang dalam mimpi. Dan perlu diketahui, untuk berjumpa dengan beliau perlu melakukan beberapa ikhtiyar penting. Ikhtiyar tersebut seperti halnya menjadi pribadi pribadi yang baik sesuai tuntunan beliau, berusaha untuk menjaga dan mengamalkan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

Perjumpaan dengan nabi sekalipun hanya dalam mimpi merupakah sebuah anugrah yang luar biasa. Selain akan menambah kecintaan kepada beliau, biasanya seseorang yang pernah bermimpi bertemu rosulullah akan menjadi pribadi lebih baik atau setidaknya menjadi seseorang yang berusaha memperbaiki diri. Selain itu, beliau juga pernah bersabda, ”Barang siapa yang pernah melihatku dalam mimpi maka ia akan melihatku dalam keadaan terjaga..”

Walhasil, bertemu dengan sang kekasih merupakan idaman setiap orang. Sebagai umat yang mencintai nabinya, sudah sepantasnya kita mengidolakan beliau. Luapan rasa rindu dapat dituangkan dalam bentuk pujian-pujian dan sholawat. Yang tak kalah penting adalah bagaimana mengapresiasikan kecintaan rasa rindu kita sebagai umat baginda nabi dengan mentaati ajaran serta mengamalkan sunahnya. Bermimpi dengan beliau merupakan harapan berikutnya setelah kita membuktikan rasa cinta dan rindu kepadanya dengan amal. Wallahu a’lam.

Refrensi: Syarh Syamail Muhamadiyah li al-Tirmidzi, Shahih Bukhari

No comments:

Post a Comment