Siapa yang tak kenal beliau, nabi mulia nan agung Muhammad SAW. Seorang hamba pembawa risalah yang telah berhasil memanusiakan manusia setelah sebelumnya hidup dalam kebejadan moral dan kebodohan keyakinan beragama. Dakwah bil al-hikmah serta etika yang luar biasa membuat semua orang berdecak kagum seakan tak percaya. Demikian kemudian ajaran rahmatan lil alamin yang dibawa akhirnya dapat diterima dengan baik setelah pada awalnya terasing dan dibenci. Kecintaan kepada umatnya merupakan salah satu bukti nyata bahwa beliau memang seorang rasul pilihan untuk umat hingga hari akhir nanti. Kecintaan yang luar biasa sudah barang tentu terbalaskan dengan kesetiaan para sahabatnya yang juga tulus mencintai.
Alakullihal,
beliau
telah menghadap tuhan semesta 14 abad silam. Namun begitu, kecintaannya tetap
dapat dirasakan setiap umat hingga dengan tetap lestarinya ajaran yang beliau
hadiahkan untuk umatnya. Untuk itu, kerinduan kepad sang Nabi merupakan hal
yang wajar. Perjumpaan dengan beliau dalam mimpi menjadi idaman setiap umat
muslim, setidaknya sedikit mengobati kerinduannya dengan sang nabi. Terlebih tatkala syetan
dapan menyerupai siapa saja bahkan para wali dalam mimpi, maka Nabi Muhammad
tidak bisa diserupakan oleh siapapun. Hadits dari Ibnu Mas’ud bahwa nabi
bersabda, "Barang siapa bermimpi melihatku di dalam tidurnya maka
sesungguhnya ia benar-benar melihatku. Karena sesungguhnya syaitan tidak mampu
menyerupaiku(HR. Bukhari).”
Kendatipun
mimpi bertemu rosulullah pasti benar, maka perlu kiranya mengetahui ciri bahwa
yang dijumpai dalam mimpi adalah nabi. Berikut merupakan beberapa ciri bahwa
kita telah berjumpa dengan nabi dalam mimpi:
Pertama,
ketika
dalam mimpi kita berjumpa dengan orang shaleh tertentu, kemudian mengatakan atau
menunjukkan bahwa orang yang dihadapan, atau pada tempat tertentu adalah
rosulullah.
Kedua, kita
melihat seseorang dan meyakini bahwa orang tersebut adalah Rosulullah.
Ketiga,
kita
melihat seseorag dalam mimpi dan ia mengatakan sendiri kepada kita bahwa
dirinya adalah Rosulullah. Ciri yang krtiga ini merupakan tingkatan yang paling
tinggi, sebab beliau hadir dan mengatakannya sendiri.
Tiga
ciri diatas merupakan beberapa hal yang menjadi tanda pertemuan seseorang
dengan seseorang dalam mimpi. Dan perlu diketahui, untuk berjumpa dengan beliau
perlu melakukan beberapa ikhtiyar penting. Ikhtiyar tersebut seperti halnya
menjadi pribadi pribadi yang baik sesuai tuntunan beliau, berusaha untuk
menjaga dan mengamalkan sunah dalam kehidupan sehari-hari.
Perjumpaan
dengan nabi sekalipun hanya dalam mimpi merupakah sebuah anugrah yang luar
biasa. Selain akan menambah kecintaan kepada beliau, biasanya seseorang yang
pernah bermimpi bertemu rosulullah akan menjadi pribadi lebih baik atau
setidaknya menjadi seseorang yang berusaha memperbaiki diri. Selain itu, beliau
juga pernah bersabda, ”Barang siapa yang pernah melihatku dalam mimpi maka
ia akan melihatku dalam keadaan terjaga..”
Walhasil,
bertemu
dengan sang kekasih merupakan idaman setiap orang. Sebagai umat yang mencintai
nabinya, sudah sepantasnya kita mengidolakan beliau. Luapan rasa rindu dapat
dituangkan dalam bentuk pujian-pujian dan sholawat. Yang tak kalah penting
adalah bagaimana mengapresiasikan kecintaan rasa rindu kita sebagai umat baginda
nabi dengan mentaati ajaran serta mengamalkan sunahnya. Bermimpi dengan beliau
merupakan harapan berikutnya setelah kita membuktikan rasa cinta dan rindu
kepadanya dengan amal. Wallahu a’lam.
Refrensi: Syarh Syamail Muhamadiyah li al-Tirmidzi, Shahih Bukhari
No comments:
Post a Comment